Attacker WhatsApp Si Pembuat Onar

Attacker WhatsApp, Si Pembuat Onar

Attacker WhatsApp

Mungkin ini bukan postingan artikel seperti biasanya karena kali ini Helix akan menceritakan sebuah kisah seorang yang bisa kita sebut “Attacker WhatsApp”. Siapa sih “Attacker WhatsApp”itu? Attacker WhatsApp adalah seorang yang menyempatkan atau menghabiskan waktunya hanya untuk bermain WhatsApp sembari melakukan hal hal yang mengganggu bagi sebagian orang.

Mereka memanfaatkan “Virus Text” atau “Virtext” dan berbagai macamnya untuk berbuat onar dan mengganggu orang lain yang memakai WhatsApp. Berbagai macam alasan mereka beri untuk melakukan hal yang bisa dibilang tidak berguna dan malah merugikan orang lain.

Sama halnya seperti “Defacer” yang menganggap melakukan deface terhadap suatu situs itu “Keren”, Attacker WhatsApp juga begitu. Dengan membuat rugi orang lain, mereka menganggap diri mereka “keren” dan patut untuk dipuji.

Walaupun sebagian dari mereka melakukan hal itu untuk merugikan seorang penipu, penghina agama, ataupun penjahat dunia maya lainnya, tetapi kebanyakan dari mereka hanya melakukannya untuk mengisi waktu luang.

Bukannya belajar untuk menemukan dan mengembangkan skill yang berguna, mereka malah mengisi waktu luangnya dengan menyebabkan kerugian terhadap orang lain. Ditambah lagi banyak dari mereka yang mempunyai perilaku “Toxic” dan menyebarkan pengaruh negatif kepada orang orang.

Perilaku Seperti Anak Kecil

Seolah olah berlagak “keren”, mereka dengan bangganya mengeluarkan kata kata kotor tanpa memperdulikan akibatnya. Tidak jauh beda dengan perilaku “Anak Kecil” yang tidak mengerti apa yang mereka perbuat. Mirisnya, banyak dari mereka yang sudah remaja atau bahkan melewati usia dewasa tetapi sikapnya masih seperti anak kecil.

“Kerugian Seseorang adalah Kesenanganku”

Sebuah kalimat yang dapat menggambarkan mereka, sebuah kerugian orang lain adalah kesenangan bagi mereka.

Tak Bertanggung Jawab

Mungkin mereka tidak mendapatkan balasan di dunia atas perbuatan mereka yang merugikan orang lain, tetapi di akhirat kelak mereka akan menanggung beban atas kerugian yang mereka perbuat.

Dalam kepercayaan Islam, perbuatan sekecil apapun akan di pertanggungjawabkan pada hari penghakiman kelak.

Surah Al-Isra’ Ayat 36

وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهٖ عِلْمٌ ۗاِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ اُولٰۤىِٕكَ كَانَ عَنْهُ مَسْـُٔوْلًا

Atinya :
“Dan janganlah kamu mengikuti sesuatu yang tidak kamu ketahui. Karena pendengaran, penglihatan dan hati nurani, semua itu akan diminta pertanggungjawabannya.” (QS. Al-Isra’ : 36).

Surah Al-Zalzalah Ayat 7 dan 8

فَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَّرَهٗۚ

7. “Maka barangsiapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya,”

وَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَّرَهٗ ࣖ

8. “dan barangsiapa mengerjakan kejahatan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.”

Kerugian Bagi Orang Lain

Banyak kerugian yang dapat diakibatkan dari perbuatan mereka, salah satunya adalah membuat aplikasi WhatsApp dari korban yang terdampak menjadi crash dan tidak berjalan sebagaimana mestinya.

Beberapa hari belakangan perilaku mereka menjadi masalah bagi saya, aplikasi WhatsApp yang saya gunakan mengalami kerusakan dan perlu untuk dilakukan penghapusan data aplikasi.

Bukan hanya sekali, tetapi berkali kali hingga saya tidak dapat melakukan aktifitas seperti biasanya. Verifikasi nomor telepon berulang kali saat menggunakan WhatsApp juga berdampak pada SMS OTP yang di batasi selama beberapa jam.

Verih no hp wa
Verifikasi Nomor Telepon yang Dibatasi

Selain hal itu, rekan rekan dan klien saya sulit untuk menghubungi saya karena hal ini. Berikut ini beberapa kerugian yang didapatkan orang lain akibat perbuatan seorang Attacker WhatsApp :

  • Terganggunya aktivitas komunikasi terutama untuk penjualan barang atau jasa.
  • Berakibat kerusakan aplikasi korban hingga tidak dapat dibuka.
  • Hilangnya data pesan WhatsApp korban.
  • Perlunya dilakukan penghapusan data dan verifikasi nomor telepon lagi.

Masih banyak kerugian dari perbuatan seorang Attacker WhatsApp, Apakah ada manfaat yang ditimbulkan dari perbuatan Attacker WhatsApp? menurut saya tidak ada dan hanya merugikan orang lain yang terdampak. Apakah mereka tidak sadar akan perbuatan mereka yang hanya merugikan orang lain? Merasa “keren” setelah berbuat onar? Tidak ada bedanya dengan seorang anak kecil yang nakal. Berbuat sesuka hati tanpa memperdulikan dampaknya ke orang lain dan sering kali menganggap perbuatannya bukanlah sebuah kejahatan. Berdasarkan hukum yang berlaku, mereka dapat dituntut atas perbuatan tidak menyenangkan.

5 2 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Translate »
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x